Aku Lebih Baik Daripadanya

Posted by Unknown on September 13, 2017 with No comments
Bagaimana.., Semua ini dimulai sangat menarik.

Kisahnya baru dimulai. Kisah yang terjadi di awal waktu itu... (awal mula khalifah dimulai).. dan ini sampai saat ini masih berlanjut, dan masih diceritakan berulang-ulang. Dan ini ada dalam Al-Quran surat Al-Araaf, ayat 12.

Kisah ini adalah kisah dua Mahluk yaitu Adam dan Iblis. Pendapat yang mashyur adalah Iblis merupan mahluk Jin yang diperbolehkan masuk ke dalam barisan Malaikat.  Pada saat itu para Malaikat diperintahkan oleh Allah Subhannallahu Wata’ala untuk bersujud pada Adam. Sujud ini merupakan rasa Penghormatan bukan sujud untuk menyembah. Dan itu dilakukan oleh semua para Malaikat kecuali Iblis. Sujud penghormatan ini yaitu dengan cara membungkuk, sekali lagi Iblis menolak untuk bersujud pada Adam.
Allah Subhannallahu Wata’ala berfirman, “Apa yang membuatmu tidak mau bersujud, pada hal Aku yang memerintahkanmu. Iblis berkata, “Aku lebih baik darinya!” (suatu Pernyataan yang menjadi permasalahan/perhatian, karena sebagian para ulama berkata inilah Tindakan Dosa yang pertama kali, sepanjang sejarah kehidupan). Dan ini suatu pernyataan diri (Iblis) merasa lebih unggul. Merasa diri sendiri lebih unggul dibandingkan makhluk lainnya. Dengan perkataan dia, “Aku Lebih Baik Darinya.” Kemudian dia memberikan alasannya, inilah pemikirannya kenapa dia merasa lebih unggul, “Kau menciptakan aku dari api, dan Kau menciptakannya (Adam) dari tanah dan air. Aku api dan udara, dia tanah dan air. Aku lebih baik darinya. Apakah kesombongannya disini? Apa keunggulan yang iblis lihat? Materi kan? Dia melihat pada sisi dzatnya, dari apa kita diciptakan.






Dan apa yang unik tentang Iblis dan Adam? Baik Iblis dan Adam mempunyai ruh yang sadar, mereka punya pengetahuan sadar tentang Tuhan yang tidak dimiliki makhluk lainnya, entah mereka tercipta dari api, tanah, air, dan udara, atau dengan apapun mereka diciptakan. Jadi Iblis melihat situasinya dan berkata, “Aku lebih baik darinya!, Kenapa Kau membuatku untuk bersujud pada makhluk (seseorang) yang lebih rendah?” Baginya begitu logikanya! Dan ada banyak orang yang seperti itu di dunia ini, dan hal itu yang menyebabkan banyak masalah di dunia ini dulu, sekarang, dan nanti.
Allah Subhannallahu Wata’ala berfirman, “Maka Keluarlah!” Ini perintah bagi Iblis. “Tidak patut bagimu Sombong disini.”  Dia (iblis) di hadapan Sang Pencipta, sangat tidak patut untuk Sombong. Jika kau sadar akan Tuhan (Allah) kau tidak bisa menyombongkan diri. Oleh karena itu di diusir dari sana, karena keduanya tidak dapat beriringan. Kembali Allah Subhannallahu Wata’ala berfirman, “Pergi dari sini karena kau adalah Saghir” Kau tidak lebih baik, kau lebih buruk! Kau makhluk yang terhina karena kesombonganmu. Karena kesombonganmu, kau menjadikan dirimu lebih rendah (buruk) daripada makhluk yang kau pikir kau lebih baik darinya. Jadi pemikiranmu bahwasanya kau lebih baik dari makhluk ini, sebenarnya telah membuatmu lebih rendah darinya.
“Jadi keluarlah..!”  Kekufuran iblis disebut... Ini adalah kekufuran karena tidak patuh. Kemudian Iblis berkata, “Beri aku penangguhan”, Allah Subhannallahu Wata’ala berfirman, “Kau mendapat penangguhan”. 
Perhatikan Ini sangat penting!
Iblis berkata, “Karena Kau membuatku tersesat.!” (Iblis disini saat itu menyalahkan Allah). Inilah karakter dari iblis, membangkang..! suatu logika bodoh dari Iblis!
Kembali lagi saat Allah Subhannallahu Wata’ala berfirman, “Kenapa kau tidak melakukannya?” Dan iblis berkata, “Aku tidak bisa! Aku lebih baik darinya.” Iblis kembali berkata, “Kau membuatku tersesat, karena telah memerintahkanku melakukan hal itu.” Karena aku tidak bisa melakukannya, tapi Kau berfirman, “Lakukan!” Jadi ini salah-Mu! Ini bukan salahku, ini salah-Mu!” Dia menyalahkan Tuhan atas masalahnya. 
Sekarang aku akan mengintai dan menyergap mereka (Adam dan keturunannya, manusia). Karena Kau memerintahkanku melakukannya, jadi ini salah-Mu dan manusia! Kau memerintahkanku melakukan sesuatu yang tak dapat kulakukan!, Dia (Adam) tidak pantas”. Jadi iblis punya dua musuh disini. Dia marah pada Allah Subhannallahu Wata’ala dan dia marah pada Adam.
Dan dia berkata, “Dan aku akan mendatangi mereka dari belakang, dan dari kanan dan dari kiri, dan Kau akan melihat bahwa sebagian besar dari mereka tidak bersyukur”. Jadi hal ini juga menjadi perhatian dan penting karena sekarang iblis punya misi untuk menunjukkan manusia tak tahu berterima kasih, dia ingin menunjukan pada Tuhan (Allah). “Kau membuat kesalahan, Kau seharusnya tidak menjadikan mereka (Manusia) sebagai khalifah di bumi. Dan Kau akan melihat bahwa mereka tidak akan bersyukur atas apa yang Kau berikan pada mereka.” Juga oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma'siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis  di antara mereka."
So, Jadi kisah ini sangat menarik karena, 
“Jika kau menempatkan Allah Subhannallahu Wata’ala pada posisi yang benar, dan kau menempatkan dirimu pada posisi yang benar, dimana kau melihat Allah Subhannallahu Wata’ala di atasmu, dan kau di bawah, dalam sujud, dalam keadaan tunduk, setan (iblis) tidak akan punya akses.” Dalam Hadist, saat kapan setan melarikan diri? Yaitu saat kau sedang bersujud, karena dia tidak dapat menundukan diri pada Allah Subhannallahu Wata’ala
Dan kemudian Allah Subhannallahu Wata’ala mengusirnya dari surga dalam keadaan terhina! Kembali Allah Subhannallahu Wata’ala berfirman, “Barangsiapa mengikutimu, Aku akan memenuhi neraka dengan mereka. Orang-orang yang mengikutimu... kau adalah imam (pemimpin) mereka, dan kau menuju neraka, jadi kau akan membawa serta mereka bersamamu!.” Jika kau anggap setan sebagai imammu, dia akan membawamu kesana, yaitu neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.

Categories: