Kenapa sebagian orang “khususnya
kaum pria lebih memilih shalat di rumah?
Kami begitu heran! Kita semua sudah tahu bahwa shalat di masjid lebih utama 27
derajat daripada di rumah. Namun kenapa masih ada sebagian orang yang tidak mau
mengambil keutamaan yang besar ini? Jalan pergi dan pulangnya saja akan
mendapatkan ganjaran pahala. Selamat menyimak. Setiap Langkah Kaki Ke Masjid
Akan Dihitung Sedekah Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda:
وَكُلُّ خَطْوَةٍ تَمْشِيهَا إِلَى الصَّلاَةِ
صَدَقَةٌ
"Setiap langkah berjalan untuk menunaikan shalat adalah sedekah.” (HR.
Muslim no. 2382)
Syaikh Muhammad bin Sholeh Al
Utsaimin dalam Syarh Al Arba’in An Nawawiyah mengatakan, “Setiap langkah
kaki menuju shalat adalah sedekah baik jarak yang jauh maupun dekat”.
Setiap
Langkah Kaki Ke Tempat Shalat Dicatat Sebagai Kebaikan Dari Abu Hurairah,
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
كُلُّ خُطْوَةٍ يَخْطُوهَا إِلَى الصَّلاَةِ
يُكْتَبُ لَهُ بِهَا حَسَنَةٌ وَيُمْحَى عَنْهُ بِهَا سَيِّئَةٌ
“Setiap langkah
menuju tempat shalat akan dicatat sebagai kebaikan dan akan menghapus
kejelekan.” (HR. Ahmad. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits
ini shohih).
Berjalan ke Masjid akan
Mendapat Dua Keutamaan Dari Abu Huroiroh, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda,
مَنْ تَطَهَّرَ فِى بَيْتِهِ ثُمَّ مَشَى إِلَى
بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ لِيَقْضِىَ فَرِيضَةً مِنْ فَرَائِضِ اللَّهِ كَانَتْ
خَطْوَتَاهُ إِحْدَاهُمَا تَحُطُّ خَطِيئَةً وَالأُخْرَى تَرْفَعُ دَرَجَةً
“Barangsiapa bersuci di rumahnya lalu dia berjalan menuju salah satu dari rumah
Allah (yaitu masjid) untuk menunaikan kewajiban yang telah Allah wajibkan, maka
salah satu langkah kakinya akan menghapuskan dosa dan langkah kaki lainnya
akan meninggikan derajatnya.” (HR. Muslim no. 1553).
Orang yang melakukan semacam ini akan
mendapatkan dua kebaikan : [1] ditinggikan derajatnya, [2] akan dihapuskan
dosa-dosa.
Apakah Perlu Memperpendek Langkah
Kaki? Ada
sebagian ulama yang menganjurkan bahwa setiap orang yang hendak ke masjid
hendaknya memperpendek langkah kakinya. Akan tetapi, ini adalah anjuran yang
bukan pada tempatnya dan tidak ada dalilnya sama sekali. Karena Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits hanya mengatakan ‘setiap langkah
kaki menuju shalat’ dan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mengatakan
‘hendaklah setiap orang memperpendek langkahnya.’
Seandainya perbuatan ini
adalah perkara yang disyari’atkan, tentu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
akan menganjurkannya kepada kita. Yang dimaksudkan dalam hadits ini adalah
bukan memanjangkan atau memendekkan langkah, namun yang dimaksudkan adalah berjalan
seperti kebiasaannya. (Lihat Syarh Al Arba’in An Nawawiyah, Syaikh
Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin pada penjelasan hadits no. 26)
Berjalan
pulang dari masjid akan dicatat sebagaimana perginya Hal ini berdasarkan
hadits berikut:
عَنْ أُبَىِّ بْنِ كَعْبٍ قَالَ كَانَ رَجُلٌ لاَ أَعْلَمُ رَجُلاً
أَبْعَدَ مِنَ الْمَسْجِدِ مِنْهُ وَكَانَ لاَ تُخْطِئُهُ صَلاَةٌ – قَالَ – فَقِيلَ
لَهُ أَوْ قُلْتُ لَهُ لَوِ اشْتَرَيْتَ حِمَارًا تَرْكَبُهُ فِى الظَّلْمَاءِ وَفِى
الرَّمْضَاءِ . قَالَ مَا يَسُرُّنِى أَنَّ مَنْزِلِى إِلَى جَنْبِ الْمَسْجِدِ إِنِّى
أُرِيدُ أَنْ يُكْتَبَ لِى مَمْشَاىَ إِلَى الْمَسْجِدِ وَرُجُوعِى إِذَا رَجَعْتُ
إِلَى أَهْلِى. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « قَدْ جَمَعَ اللَّهُ
لَكَ ذَلِكَ كُلَّهُ
Dari Ubay bin Ka’ab berkata,
“Dulu ada seseorang yang tidak aku ketahui
seorang pun yang jauh rumahnya dari masjid selain dia. Namun dia tidak pernah
luput dari shalat. Kemudian ada yang berkata padanya atau aku sendiri yang
berkata padanya, “Bagaimana kalau engkau membeli unta untuk dikendarai ketika
gelap dan ketika tanah dalam keadaan panas.” Orang tadi lantas menjawab, “Aku
tidaklah senang jika rumahku di samping masjid. Aku ingin dicatat bagiku
langkah kakiku menuju masjid dan langkahku ketika pulang kembali ke
keluargaku.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh Allah
telah mencatat bagimu seluruhnya.” (HR. Muslim no. 1546).
An Nawawi dalam Syarh Muslim
2/130 mengatakan,
فِيهِ : إِثْبَات الثَّوَاب فِي الْخُطَا فِي
الرُّجُوع مِنْ الصَّلَاة كَمَا يَثْبُت فِي الذَّهَابِ .
“Dalam hadits ini
terdapat dalil bahwa langkah kaki ketika pulang dari shalat akan diberi
ganjaran sebagaimana perginya.”
Masya Allah, inilah keutamaan pergi dan
pulang dari menunaikan shalat di masjid . Akankah kita masih melewatkannya?
Orang yang tahu di tempat lain kalau berdagang di tempat lain akan mendapat
keuntungan berlipat-lipat daripada berdagang di rumah, tentu akan melangkahkan
kakinya ke tempat jauh sekalipun.
Semoga Allah Subhanallah Wata'ala memberi taufik kepada kita
agar dapat merutinkan shalat jama’ah di masjid jami Nurul Hidayah.
Disusun: oleh Muhammad Abduh Tuasikal, ST
Sumber :
https://rumaysho.com/159-pergi-dan-pulang-dari-masjid-akan-mendapatkan-ganjaran-pahala.html